Catatan Logika Berpikir : Definisi

Catatan Logika Berpikir : Definisi
Ilustrasi oleh Dola

Untuk menyampaikan apa yang ada dalam fikiran kita, kita mebutuhkan bahasa yang diperlukan untuk merangkai kata-kata yang dengan kata-kata tersebut kita dapat menjelaskan tentang sesuatu yang ada dalam fikiran kita kepada orang lain. contoh, kita hendak menjelaskan apa yang dimaksud dengan buku kepada orang dari suku pedalaman yang sama sekali tidak pernah melihat buku, atau menjelaskan apa yang dimaksud dengan sepeda motor atau mobil kepada orang yang tidak pernah melihat mobil. Jika untuk hal-hal yang bersifat materi dan bisa terlihat oleh mata, kita membutuhkan penjelasan atau rangkaian kata untuk menerangkan benda tersebut. Bagaimana dengan hal-hal yang bersifan non-materi atau abstrak? tentu kita akan lebih membutuhkannya.

# Arti isi dan luas

Isi mengandung makna arti kata atau maksud dari kata yang digunakan dan luas mengandung makna cakupan dari sesuatu yang didefinisikan.

Isi pengertian = semua unsur yang termuat dalam pengertian itu.

Luas pengertian = barang-barang atau lingkungan realitas yang ditunjuk dengan pengertian atau kata tertentu.

Definisi mengandung arti membatasi, artinya suatu definisi tersebut membatasi sesuatu yang didefinisikan itu bergabung dalam satu kelompok dan mencegah sesuatu diluar kelompok masuk kedalamnya.

Contoh kita hendak mendefinisikan kata buku, maka semua yang ada dalam golongan buku harus bisa tercakup, seperti buku tulis, buku gambar, buku novel, buku pelajaran, buku fiksi, buku harian, dan lainnya. Dan disaat yang sama, definisi tersebut juga harus mencegah diluar golongan buku masuk kedalamnya, misalnya pulpen, kanvas, kain, papan tulis dan lainnya.

Perumusan yang singkat, padat, jelas, dan tepat, yang menerangkan apa sebenarnya suatu hal itu sehingga dengan jelas dapat dimengerti dan dibedakan dari semua hal lainnya, disebut definisi.

Secara terminologi atau arti kata, definisi berarti ‘pembatasan’. Maksudnya menentukan batas-batas pengertian tertentu sehingga jelas apa yang dimaksudkan, tidak kabur dan tidak dicampur adukkan dengan pengertian-pengertian lainnya.

Definisi yang baik memiliki syarat-syarat sebagai berikut:

  1. Merumuskan Dengan jelas, lengkap, dan singkat semua unsur pokok (isi) pengertian tertentu itu.
  2. Mengandung unsur-unsur yang perlu dan cukup untuk mengetahui apa sebenarnya barang itu (tidak lebih dan tidak kurang).
  3. Dengannya jelas dapat dibedakan dari semua barang yang lain.

Macam-macam cara untuk mendefinisikan sesuatu.

# Definisi nominalis

Definisi dengan cara ini hanya menjelaskan arti nama istilah tertentu yang bisa dilakukan dengan sinonim atau persamaan kata. Bisa juga dilakukan dengan menjelaskan asal-usul istilah tertentu (etimologi).

Contoh definisi nominal ini , meeting itu adalah pertemuan, musyawarah itu adalah diskusi, shalat itu adalah sembahyang.

# Definisi real

Definisi real menunjukkan barang yang dimaksud dengan menjelaskan realitas atau hakikat barang tersebut bukan hanya dari namanya saja. Beberapa cara untuk menunjukkan definisi real ini adalah sebagai berikut:

Dari sifat khas atau hakiki (definisi logis atau esensial). Cara ini selalu terdiri dari dua bagian. Bagian pertama adalah golongan atau kelompok diatas jenis atau disebut genus berfungsi mengumpulkan suatu definisi dalam satu golongan. Kemudian bagian kedua yang merupakan ciri khas yang membedakan dengan barang lainnya atau sebagai pembeda/ difference. Misalnya kita hendak mendefinisikan apa yang dimaksud dengan buku. Buku adalah kumpulan kertas yang dijilid menjadi satu. Atau manusia adalah hewan primata yang berfikir rasional. Kuda adalah hewan yang meringkik.

Dari kumpulan sifat sifat yang dimiliki (definisi deskriptif). Misalnya, Tumbuhan adalah organisme yang memiliki daun, memiliki akar, memiliki bunga, dan tidak bisa berpindah tempat.

Dari sebab-sebab dan tujuannya (definisi kausal atau final). Misalnya, gerhana bulan adalah kehilangan sinar bulan dikarenakan bumi berada diantara bulan dan matahari.

Aturan definisi.

1. Definisi harus dapat dibolak-balik dengan yang didefinisikan.

2. Hal yang didefinisikan tidak boleh masuk ke definisi.

3. Definisi tidak boleh negatif.

4. Definisi harus sungguh-sungguh.

5. Harus tepat perumusannya, tidak lebih atau kurang.

6. Tidak berisi metafora.

Demikian ya sobat sains sekalian. Jika kalian punya pendapat atau informasi yang lain, boleh komen di kolom komentar.

Tinggalkan Balasan

Spread the love

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan